KOMPAS.com – Sejumlah desa di empat kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diterjang bencana banjir dan angin kencang pada Selasa (13/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi hampir bersamaan di beberapa wilayah dan menimbulkan dampak yang cukup luas, mulai dari genangan permukiman, kerusakan rumah warga, hingga korban jiwa. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, bencana hidrometeorologi ini melanda Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Barat, Dompu, dan Bima. Bagaimana Dampak Banjir di Lombok Tengah? Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, mengatakan banjir di Kabupaten Lombok Tengah melanda dua desa, yakni Desa Montong Ajang dan Desa Kabul di Kecamatan Praya Barat Daya. “Untuk Kabupaten Lombok Tengah terjadi bencana banjir melanda dua desa, yakni Desa Montong Ajang dan Desa Kabul di Kecamatan Praya Barat Daya. Banjir yang melanda dua desa di Kabupaten Lombok Tengah terjadi pukul 19.30 Wita, akibat tingginya intensitas hujan yang lama di wilayah itu,” kata Sadimin di Mataram, Selasa dikutip dari Antara. Hingga saat ini, banjir masih menggenangi permukiman warga dan tim di lapangan masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah warga terdampak serta tingkat kerusakan yang ditimbulkan. Apa yang Terjadi di Lombok Barat? Banjir juga melanda Kabupaten Lombok Barat, tepatnya di Desa Persiapan Pengantap dan Desa Persiapan Blongas di Kecamatan Sekotong. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wita hingga 19.00 Wita Menurut Sadimin, banjir dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi dan merata, disertai angin kencang, sehingga menyebabkan debit sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga. Akibat kejadian ini, sebanyak 570 kepala keluarga atau 1.711 jiwa di Desa Persiapan Pengantap terdampak banjir. Sementara di Desa Persiapan Blongas, satu warga atas nama Nurinah (69) dilaporkan meninggal dunia. “Yang dibutuhkan saat ini terpal, matras, makanan siap saji dan perlengkapan bayi (baby kids). Kondisi saat ini sebagian titik sudah mulai surut,” ujarnya. Sumber: https://www.kompas.com/jawa-timur/read/2026/01/14/071000188/cuaca-ekstrem-landa-ntb-banjir-dan-angin-kencang-sebabkan-kerusakan. Membership: https://kmp.im/plus6Download aplikasi: https://kmp.im/app6 Navigasi pos Tinjau Titik Terparah Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Dorong Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung Bencana Alam Cuaca Ekstrem Terjadi di Kabupaten Lombok Tengah, Sumbawa Barat, Lombok Timur dan Sumbawa.